
Do it safely or not at all.
In a matter of seconds, situation could be completely different
a bit of experiences and an idea to share

Do it safely or not at all.
In a matter of seconds, situation could be completely different
Do you agree that you are responsible for your own safety ?
Statistic shown that the accident is involving the human factor as the main causes. Most causes of motor vehicle accidents are completely avoidable. For example, a large number of car accidents every year were caused by driving drunk, car accident statistics show that many car accidents (81%) were at least partially caused by the driver talking with other passengers in the car. It is interesting to know that the aviation accident was caused mostly by pilot error, despite of availability the advanced aviation technology.
Industrial accidents like fire, explosion etc is indirectly related to the human factor in the form of poor maintenance, poor management and some negligance action of the employees. Explosion in Bopal, India 1984 was the obvious disaster we should never forget. And may be we found some accident in our working place, resulting minor injury until the fatalities.
If we are aware that all of the above accident were caused by human factor, and of course avoidable, then we should agree that You are your own safety manager. So, from now on, start thingking safety, and do it safely, because you are your own safety manager.
Any other idea ?
Merujuk pada SNI-19-3994-1995, ada 3 bentuk kotak P3K. Masing-masing ditujukan untuk industry dengan jumlah pekerja dan tingkat resiko tertentu. Selengkapnya bisa dilihat di Brantas Abipraya
Isi kotak P3K yang paling kecil – bentuk I – a.l.
10 gram kapas putih
1 rol pembalut gulung lebar 2.5 cm
1 rol pembalut gulung lebar 5 cm
1 pembalut segitiga (mitella)
1 pembalut cepat steril/snelverband
10 buah kassa steril ukuran 5×5 cm
1 rol plester lebar 2.5 cm
10 buah plester cepat (mis. Tensoplast, dll.)
1 buah gunting
1 buku catatan
1 buku pedoman P3K
1 daftar isi kotak P3K
dan obat-obatan a.l:
Obat pelawan rasa sakit (mis. Antalgin, Acetosai, dll)
Obat sakit perut (mis. Paverin, enterovioform, dll)
Norit
Obat anti alergi
Obat merah
Soda Kue
Obat tetes mata
Obat gosok
Kotak P3K di atas adalah untuk standar industry.
Bagaimana isi kotak P3K untuk standar rumahan atau di mobil ?
Dari situsnya Wyeth Indonesia tertera kelengkapan P3K di rumah yang mesthi ada, a.l.:
Perban berbagai ukuran
Kapas
Kain kasa steril
Kantung es
Plester selebar 2.5 cm (1 in)
Termos air panas
Pinset penjepit
Termometer
Obat turun panas untuk anak-anak (ibuprofen atau asetaminofen —bukan aspirin)
Sirup ipecac. Zat perangsang muntah ini diberikan kepada anak bila terjadi keracunan. Hanya digunakan dengan petunjuk ahli kesehatan
Bagaimana menurut Anda ?
Hore hari baru, begitu kata kang Kadarusman yang bukan Ebet itu. 1 January 2009 jatuh pada hari Kamis, yang tidak jauh berbeda dengan hari Kamis seminggu yang lalu. Yang membuatnya jadi special yah karena tanggal 1 Januai nya itu (hehe25x). Menjadi pertanda bergeraknya sang waktu, bertambahnya umur, upppsss… tak terasa umurku sudah nambah satu lagi, karena hari lahirku nggak jauh banget dari 1 January, ya’ni tanggal 20 Desember…. selamat ulang tahun ya gue (huahuahua 10x). Baiklah, serasa hanyut dalam arus euforia dunia tentang tahun baru, hari baru, maka aku juga punya angan-angan plus cita-cita yang ingin dilakukan pada tahun 2009, a.l.:
Pertama: belajar berinvestasi buat persiapan pensiun nanti plus invesatsi buat biaya pendidikan anak (anakku). Ehmmm…. apa yah ? Ada pilihan yang menggoda, ikut online trading pasar saham, danareksa, investasi property atau mulai buka usaha ?……. ada yang mau ngasih saran !? hehe3x
Kedua: Memperdalam skill dan kemampuan untuk bekal mengais rejeki. Ibarat pasukan yang terjun dalam medan tempur, mesthi dibekali dengan berbagai macam senjata andalan. Tidak cukup hanya belati dan bedhil M16 + Kalasnikov, kalau bisa mesthi bawa anak panah dan keris hihihihi10x. Jadi ? Kayaknya meshti ikutan short course deh lalalala 5x…
Ketiga: Belajar memasak. Hahhhh ? haha2x. Mau memasak apa nih ? Lagi dhemen belajar memasak berbasis ikan and less oil. Tapi intinya ingin mahir memasak deh. Walau nggak harus se mak nyus kayak pak Bondan. Kalau bisa sih sampai PD demonstrasi masak dihadapan rekan dan teman deh. Kan sekarang memasak tuh bahasa gaul modern… OR minimal bisa dipamerkan kepada isteri ndiri.. hihihihii15x…
Keempat: Ingin terjun di dunia oil and gas. Kalau bisa yang bisa kerja cycle 28/28 gitu. Ada recruiter yang baik nggak ya, yang tiba-tiba cocok sama gue hehe2x
Ok deh, kayaknya 4 rencana itu yang cukup realistis…. Mugo-mugo gusti Alloh paring dalan ingkang barokah. Amien.
Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan tanggal 23 Desember 2008 oleh Ditjen Pajak yang berkenaan dengan Fiskal, ada tiga kategori bebas fiskal, yaitu:
1. Bebas Fiskal karena sudah memiliki NPWP
2. Bebas Fiskal otomatis untuk WNI yang bekerja dan tinggal di luar negeri
3. Bebas Fiskal karena mendapat dispensasi dari Ditjen Pajak
Bagi yang tinggal di luar negeri, seperti aku, masalahnya sudah jelas tidak perlu lagi membayar fiskal.
Pertanyaan selanjutnya untukku adalah mengenai pajak apakah yang mungkin dikenakan terhadap WNI yang tinggal dan bekerja di luar negeri ? Sementara sumber penghasilannya tidak ada sangkut pautnya dengan pengelolaan asset dari Indonesia.
Mudah-mudahan ada yang memberi pencerahan nih…
I wish more fruitful and peaceful
For all the peoples wherever they are
In Gaza, in Afghanistan, in Uzbekistan, in Iraq
In United Kingdom, in Kingdom of Saudi Arabia, in United State
In Indonesia, in Sawahan, in Pare, in Ambon, in Maluku and Jakarta
And the people in Zimbabwe
I wish more strengthful and motivated
For everyone who lost their job
For those who loss their capital
For everyone who loss their money in stock market
For those who are not able to afford their food
in Gaza, in Somalia, in Mauritania, in Zimbabwe, in Sudan, in Port Morestbi, in Jakarta
I wish for myself
to reveal the contribution for the happiness and success of
my family, my neighbour, my environment, my parents
my nations, my friends, my colleagues, my brothers and sisters
my work place where i make money
I wish I will fulfil
my role in the world for God has created me
as part of the universe
Amien….
Adakah emergency response centre buat masyarakat umum di Indonesia ? Yang saya maksudkan adalah semacam satu pintu yang bertugas menerima laporan masyarakat dan kemudian memobilisasi instansi-instansi yang diperlukan untuk menanggapi laporan itu. Mungkin sebutan yang pas adalah pusat pelayanan masyarakat terpadu.
Tulisan ini dipicu karena seminggu lalu, tepatnya 06 November 2008, di Blitar, saya melihat ketimpangan dalam menangani korban kecelakaan tabrak lari. Dari peristiwa itu saya mempunyai beberapa catatan antara lain:
1. Begitu terjadi kecelakaan, brakkkk….., kita-kita sebagai saksi mata bingung bagaiamana cara menghubungi polisi dengan cepat. Mau memanggil melalui telepon, pada enggak tahu nomor mana yang mesthi dipencet. Akhirnya polisi bisa dihubungi dengan mendatangi langsung ke pos terdekat mereka
2. Karena menunggu polisi terlalu lama, korban kecelakaan terpaksa dipinggirkan dari tengah jalan oleh orang-orang yang tidak kompeten dalam menangani korban… korban terpaksa digotong rame-rame…. mungkin saja lukanya malah tambah parah ketika diangkat banyak orang
3. Kira-kira 30 menit kemudian, seorang polisi baru muncul dengan mobil pick up bak terbuka. Kemudian dengan sikap yang cool abis… pak polisi minta bantuan beberapa saksi untuk mengangkat korban ke atas mobil bak terbuka itu untuk dibawa ke rumah sakit. Ngeri kalau ngelihat gimana kita – kita ngangkat orang yang jadi korban itu sampai dibaringkan di atas mobil bak terbuka. Tubuh korban diangkat bagaikan sebatang kayu gelondong saja. Mudah-mudahan cederanya tidak tambah parah gara-gara diangkat-angkat.
4. Properti milik para korban tabrak lari tidak ada yang menangani. Hanya kebaikan para saksi saja yang mengamankan properti ke dalam rumah mereka. Mudah-mudahan para saksi itu baik hati semua ya… Amin.
Bagaimana seharusnya system penanganan keluhan masyarakat itu ?
Di negara maju, mereka punya satu nomor sakti yang bisa dipanggil untuk melaporkan berbagia macam keluhan masyarakat. Misalnya menerima laporan adanya kecelakaan, kebakaran, sakit mendadak, pencurian dan lain-lain. Cukup dengan memanggil nomor 999, misalnya, semua pengaduan masyarakat diterima seorang petugas dan akan diinformasikan kepada instansi yang terkait. Dalam kasus kecelakaan seperti di atas, dengan sekali memberikan informasi ke nomor 999, polisi akan datang bersama ambulan dan petugas medisnya.
Apa nggak bisa sih, kita negara Indonesia meng copy paste system seperti di atas ? Yang diberlakukan secara unik pada tipa daerah ?
Mudah-mudahan saja tulisan ini dibaca oleh para wakil rakyat atau para calon gubernur dan calon presiden republik Indonesia yang lagi pada kampanye. Mudah-mudahan saja masyakarat di Indonesia mau menagih ini kepada para wakil rakyat dan pemimpin yang dipilhnya…
Apakah yang harus dibawa sebagai “emergency kit” selama mengadakan perjalanan jauh dengan kendaraan ?
Pertanyaan tersimpan dalam benak kami, ketika pulang dari umroh selama 10 hari terakhir romadhon, sebuah musibah dialami teman kami dalam perjalanan pulang. Anaknya yang masih bayi berusia 6 bulan tersiram air panas. Untungnya -type jawa banget yah… mendapat musibah masih untung- yang terkena hanya sebatas paha kebawah. Tetapi lumayan parah, paha di sebelah kaki kiri bayi melepuh. Sungguh tangisan si bayi sangat menyayat hati. Apalagi kejadiannya menjelang subuh. Berawal dari niat baik sang ayah yang memberikan teh panas kepada si ibu yang sedang menggendong bayinya. Ternyata niat baik itu adalah tindakan kecerobohan. Begitu kejadian kita pada nggak tahu mesthi berbuat apa. Segera saja sang ibu menyiramkan air dingin ke bagian yang tersiram air panas. Maksudnya mentralisir panas itu. Kemudian datang seorang yang menyarankan memberikan olesan kecap ke permukaan kulit yang tersiram -katanya agar nggak melepuh, sesuai dengan tips yang dia dapat di majalah femina… benar nggak sih ?-. Kemudian kita ingat ada suami isteri perawat yang berada dalam rombongan kita. Kita bangunkan mereka dan selanjutnya mereka mengambil inisiatif pertolongan pertamanya. Pernyataan pertama yang muncul dari bapak perawat adalah bahwa dia menyimpan “emergency kit” di dalam tas, barangkali disitu ada cream buat luka bakar. Ternyata setelah dicari-cari, cream tersebut tidak ketemu. Untug – eh untung lagi – ada seorang anggota rombongan yang menyimpan cream di dalam kopernya. Setelah di cek oleh si bapak perawat, cream tersebut applicable buat luka bakar. Alhamdulillah…
Pengalaman ini memberi pelajaran bagus buat saya sendiri, bahwa kalau mengadakan perjalanan rombongan itu alangkah baiknya kalau kita mengenal semua anggota rombongan dan tahu expertise apa yang dimiliki oleh para anggota rombongan. Misalnya ada yang dokter atau perawat, kan bisa diminta pertolongannya tuh saat-saat emergency. Kedua, ketika mengadakan perjalanan jauh sebaiknya disiapkan terlebih dahulu emergency kit yang berguna untuk memberikan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan dan luka-luka.
Pertanyaannya, emergency kit yang bagaimana yang mesthi dibawa ?
Today morning i was reading a newspaper with a big advertisement of an apartment in the downtown of Sharjah, UAE. Other than promoting the leisure and luxury facilities they have, they comes up with the safety concerns they have taken. As said in the ad., they are offering safety system including sprinkles and zoned alarm system, high quality of electrical and mechanical standard and services, etc.
Nowdays safety become concern of everybody, and the people awareness on their own safety are increasing. Eventhough, it’s still question mark for me, is the safety system which offered by the property developer sufficient enough ?
In my apartment, I have all the safety facility similiar with the advertisement said plus availabilty of fire extinguisher, fire blanket, etc. But I am still wondering, if i had fire in the kitchen, will my family able to extinguish the fire? So, the safety training to our family is also very important to ensure that we are already doing everything to prevent any fire accident at home. And for the apartment management, should they also have to offer safety drill / mock drill for all the tenants ?
Any other idea ?
What are we really need to do to ensure safety in the road ? This question comes up to me after I got accident last week. Thanks God, everybody was safe without any injuries. To have a safe driving, some safety recommendation and rule saying to wear safety belt, avoid talking whilst driving, avoid receiving the mobile phone while driving, keep distance with the other vehicle, pre use check on the engine /tyre before driving, etc. I would like to add one more, based on my experience; don’t be hurry and focus on the road while driving. When your mind not 100% focus 0n the road, then it is unsafe. For example, after having so much argue with your spouse, it is better to have a cup of water instead of hurry up driving on the road.
Any other idea ?
Beranda